Seni Ekspresionisme Abstrak
Ekspresionisme Abstrak Amerika abad ke-20 menekankan spontanitas, ukuran kanvas besar, dan proses kreatif langsung. Seniman seperti Jackson Pollock dan Willem de Kooning menciptakan karya action painting, mengekspresikan emosi melalui sapuan kuas dinamis. Fokus pada proses, tekstur, dan interaksi fisik menandai revolusi estetika. Seni ini muncul pasca-Perang Dunia II, mencerminkan kebebasan individu dan eksistensialisme. Studi ekspresionisme abstrak membantu memahami hubungan antara psikologi, gerakan tubuh, dan transformasi seni modern.