Seni Lukis Neo-Ekspresionisme
Neo-ekspresionisme muncul pada era 1970-an sebagai reaksi terhadap seni konseptual dan minimalis, menekankan ekspresi emosional, warna intens, dan bentuk figuratif. Seniman neo-ekspresionis menggunakan sapuan kuas tebal, garis dinamis, dan kombinasi abstrak-figuratif untuk menghadirkan energi visual yang kuat. Karya ini sering menampilkan konflik, ketegangan, atau kondisi psikologis manusia secara dramatis. Teknik campuran, tekstur kasar, dan simbol visual menjadi ciri khas yang memperkuat intensitas emosional. Neo-ekspresionisme menunjukkan bahwa seni dapat menggabungkan kekuatan ekspresif tradisional dengan inovasi kontemporer, menciptakan visual yang memikat dan reflektif terhadap kondisi manusia dan masyarakat modern.