Seni Minimalis Jepang
Minimalisme Jepang menekankan kesederhanaan, ruang negatif, dan keindahan alam. Seni ini berkembang dalam lukisan sumi-e, ikebana, dan arsitektur tradisional. Garis sederhana, warna terbatas, dan penggunaan elemen alam seperti batu, air, dan bambu menjadi ciri khas. Filosofi Zen mendorong perhatian pada ketenangan, kesadaran, dan keseimbangan. Seni ini memengaruhi arsitektur modern, desain interior, dan seni Barat abad ke-20. Studi minimalisme Jepang membantu memahami interaksi antara estetika, spiritualitas, dan prinsip visual yang harmonis.