Karya Impresionisme Prancis
Impresionisme muncul di Prancis akhir abad ke-19, menolak formalitas akademik dan menekankan kesan cahaya, warna, dan suasana. Pelukis seperti Monet, Renoir, dan Degas menangkap momen sehari-hari dengan sapuan kuas cepat dan warna cerah, menekankan efek visual daripada detail realistis. Teknik plein air memungkinkan pengamatan langsung terhadap cahaya dan atmosfer. Impresionisme awal sering dikritik karena dianggap kasar atau tidak selesai, namun kemudian memengaruhi seluruh arah seni modern. Perubahan ini mencerminkan perkembangan industrialisasi, urbanisasi, dan pandangan baru terhadap alam serta kehidupan kota. Konsep impression mengacu pada kesan subjektif pelukis terhadap objek, bukan representasi objektif. Gaya ini juga mendorong penggunaan warna yang lebih bebas dan kontras, serta pemecahan bentuk untuk menekankan persepsi visual. Karya Impresionisme Prancis membuka jalan bagi Post-Impresionisme dan berbagai eksperimen seni abad ke-20, termasuk ekspresionisme dan kubisme.