Seni Romantis Eropa
Romantisisme abad ke-18 hingga ke-19 menekankan emosi, imajinasi, dan kebebasan individu. Pelukis seperti Francisco Goya dan Caspar David Friedrich menampilkan lanskap dramatis, adegan sejarah, dan ekspresi psikologis yang intens. Gaya ini muncul sebagai reaksi terhadap rasionalisme Neo-Klasik dan industrialisasi. Teknik meliputi pencahayaan dramatis, sapuan kuas ekspresif, dan palet warna kontras. Seni Romantis menunjukkan hubungan manusia dengan alam, sejarah, dan emosi, serta menekankan pengalaman subyektif. Studi gerakan ini membantu memahami transformasi estetika, ideologi, dan peran seni sebagai refleksi kondisi manusia.